Dua puluh enam tahun… Alhamdulillah…
Segala Puji bagi Alloh subhanahu wa ta'ala
Semoga Alloh selalu melimpahkan karunia-Nya
Alhamdulillah Alloh masih mempercayaiku ‘tuk mendampingimu hingga detik ini
Tak ada keraguan sedikit pun 'tuk bersanding denganmu membuka pintu usiamu selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya…
Wednesday, August 26, 2009
Ternyata Mereka Salah
Bintang pikir...
Dialah yang selalu setia menemaniku
Bulan pikir...
Dialah yang selalu setia menghapus air mataku
Matahari pikir...
Dialah yang selalu setia menyulut semangatku
Ternyata mereka salah...
Ternyata hanya kau yang selalu setia hadir disetiap langkahku
Dialah yang selalu setia menemaniku
Bulan pikir...
Dialah yang selalu setia menghapus air mataku
Matahari pikir...
Dialah yang selalu setia menyulut semangatku
Ternyata mereka salah...
Ternyata hanya kau yang selalu setia hadir disetiap langkahku
Wednesday, May 20, 2009
Friday, May 01, 2009
Begitu
Begitu nikmatnya...bisa mengenalmu
Begitu manisnya...bisa selalu mengiringi 'tiap langkahmu
Begitu indahnya...bisa memandangi wajahmu
Dan begitu mulianya...bisa menjadi pilihanmu
Begitu, begitu, dan begitu seterusnya...
Begitu manisnya...bisa selalu mengiringi 'tiap langkahmu
Begitu indahnya...bisa memandangi wajahmu
Dan begitu mulianya...bisa menjadi pilihanmu
Begitu, begitu, dan begitu seterusnya...
Wednesday, April 29, 2009
Thanks God!!
Untuk kesekian kalinya aku mengelaknya
Mengelak "malaikat" yang selalu setia menyapaku
Menyapa atas perintah Sang Pencipta
Menyapaku 'tuk membangunkanku dari tidur panjang, bahwa "dia" memang "tak baik"
Menyapaku 'tuk menyibakkan "kebusukan" dibawah selimut "kebaikan" yang selama ini selalu menghangati tubuh"nya"
Meski demikian,
Malaikat 'tak pernah jera
Dan akhirnya...
"Dia" mendapat "teguran" yang notabene adalah "senyuman" untukku
Sebenarnya aku tak ingin bisikan itu ditumpahkan di telingaku (meskipun itu adalah sebuah kebenaran!)
Thanks God!!
Mengelak "malaikat" yang selalu setia menyapaku
Menyapa atas perintah Sang Pencipta
Menyapaku 'tuk membangunkanku dari tidur panjang, bahwa "dia" memang "tak baik"
Menyapaku 'tuk menyibakkan "kebusukan" dibawah selimut "kebaikan" yang selama ini selalu menghangati tubuh"nya"
Meski demikian,
Malaikat 'tak pernah jera
Dan akhirnya...
"Dia" mendapat "teguran" yang notabene adalah "senyuman" untukku
Sebenarnya aku tak ingin bisikan itu ditumpahkan di telingaku (meskipun itu adalah sebuah kebenaran!)
Thanks God!!
Thursday, January 01, 2009
Indah
Terimakasih Ya Allah
Sampai detik ini telah Engkau percayakan ini kepadaku
Sehelai rambut, setitik air mata takkan aku biarkan tercecer dari tubuhnya
Segenap hati, segala raga dan seutuh jiwa, aku ikhlaskan demi indah...
Demi setitik cinta yang kini meluap jadi lautan
Indah adalah anugerah...curahan hati...belahan jiwa...cinta...
Saat ini,
Hingga ujung hayat
(Mustang)
Sampai detik ini telah Engkau percayakan ini kepadaku
Sehelai rambut, setitik air mata takkan aku biarkan tercecer dari tubuhnya
Segenap hati, segala raga dan seutuh jiwa, aku ikhlaskan demi indah...
Demi setitik cinta yang kini meluap jadi lautan
Indah adalah anugerah...curahan hati...belahan jiwa...cinta...
Saat ini,
Hingga ujung hayat
(Mustang)
Wednesday, December 31, 2008
Entah...
Lambat laun mereka meninggalkanku
Tetes embun pagi yang selalu menyemarakkan setiap nadiku
Kicau burung yang selalu mengentaskanku dari peraduan
Hempasan sayap kupu-kupu yang selalu menggugah semangatku
Entah...
Tetes embun pagi yang selalu menyemarakkan setiap nadiku
Kicau burung yang selalu mengentaskanku dari peraduan
Hempasan sayap kupu-kupu yang selalu menggugah semangatku
Entah...
Tuesday, August 26, 2008
Dua Puluh Enam Agustus
Dua puluh lima tahun… Alhamdulillah…
Sungguh Maha Dasyatnya Kekuatan Allah…
Segala Puji bagi Allah subhanahu wa ta'ala
Semoga Allah selalu melimpahkan karunia-Nya
Semoga Allah semakin dan semakin mencintaimu…Amien
Terimakasih, Bi…
Masih mempercayaiku ‘tuk mendampingimu membuka dan melewati setiap gerbang penambahan usiamu
Tak terasa sudah 1/3 dari usiamu kita habiskan setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari untuk memupuk berjuta rasa yang Alhamdulillah Alloh karuniakan kepada kita
Terimakasih, Bi…
Ingin rasanya segera mendampingimu membuka pintu usiamu selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya…
Sungguh Maha Dasyatnya Kekuatan Allah…
Segala Puji bagi Allah subhanahu wa ta'ala
Semoga Allah selalu melimpahkan karunia-Nya
Semoga Allah semakin dan semakin mencintaimu…Amien
Terimakasih, Bi…
Masih mempercayaiku ‘tuk mendampingimu membuka dan melewati setiap gerbang penambahan usiamu
Tak terasa sudah 1/3 dari usiamu kita habiskan setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari untuk memupuk berjuta rasa yang Alhamdulillah Alloh karuniakan kepada kita
Terimakasih, Bi…
Ingin rasanya segera mendampingimu membuka pintu usiamu selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya…
Friday, November 23, 2007
Sejenak Saja!
Ingin sekali waktu terhenti
Sejenak saja
Agar aku bisa menatapmu
Menikmati setiap goresan wajahmu
Menyentuh setiap lekukan tubuhmu
Mencium bibirmu sepuas-puasnya
Ingin sekali waktu terhenti
Sejenak saja
Agar aku bisa bercumbu denganmu
Menumpahkan hati yang sedang merindu
Ingin sekali waktu terhenti
Sejenak saja
Meski hanya fotomu yang ada di jemariku
Sejenak saja
Agar aku bisa menatapmu
Menikmati setiap goresan wajahmu
Menyentuh setiap lekukan tubuhmu
Mencium bibirmu sepuas-puasnya
Ingin sekali waktu terhenti
Sejenak saja
Agar aku bisa bercumbu denganmu
Menumpahkan hati yang sedang merindu
Ingin sekali waktu terhenti
Sejenak saja
Meski hanya fotomu yang ada di jemariku
Tuesday, November 20, 2007
Once - Ku Cinta Kau Apa Adanya
Kau boleh acuhkan diriku
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
Kepadamu
Kuyakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa lalu
(Keteguhan hati biasanya akan menghasilkan “telur emas”. Betapa yakinnya pria tersebut untuk mendapatkan perempuan yang dia impikan, dia begitu percaya dapat meyakinkan perempuannya. Kesabaran, kesetiaan, dan mau menerima kekurangan pasangan (bahkan mau mencintai kekurangan) adalah kunci utama “kesuksesan” suatu hubungan. Uhh…uhh..so swit…)
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
Kepadamu
Kuyakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa lalu
(Keteguhan hati biasanya akan menghasilkan “telur emas”. Betapa yakinnya pria tersebut untuk mendapatkan perempuan yang dia impikan, dia begitu percaya dapat meyakinkan perempuannya. Kesabaran, kesetiaan, dan mau menerima kekurangan pasangan (bahkan mau mencintai kekurangan) adalah kunci utama “kesuksesan” suatu hubungan. Uhh…uhh..so swit…)
Friday, November 16, 2007
Bukan Engkau!
Ketika fajar datang mengapa dia yang selalu singggah di pelupuk mataku
Ketika malam tiba mengapa dia yang selalu menemaniku menghitung bintang dan mengagumi keindahan rembulan
Mengapa bukan engkau...
Ketika kau memelukku mengapa hangat tubuhnya yang ku rasakan
Ketika kau menciumku mengapa bibirnya yang mencium keningku
Mengapa bukan engkau...
Ketika aku menangis mengapa dia yang menghapus air mataku
Ketika aku terjaga dari tidurku mengapa dia yang ada di sampingku
Mengapa bukan engkau...
Ketika malam tiba mengapa dia yang selalu menemaniku menghitung bintang dan mengagumi keindahan rembulan
Mengapa bukan engkau...
Ketika kau memelukku mengapa hangat tubuhnya yang ku rasakan
Ketika kau menciumku mengapa bibirnya yang mencium keningku
Mengapa bukan engkau...
Ketika aku menangis mengapa dia yang menghapus air mataku
Ketika aku terjaga dari tidurku mengapa dia yang ada di sampingku
Mengapa bukan engkau...
Wednesday, November 07, 2007
Musim
Rintik gerimis memecah
Jatuh...membasahi pertiwi
Melepas dahaga pucuk-pucuk daun yang penat oleh sinar mentari
Hijau...
Ranum...
Segar berseri...
Hujan...
Gerimis...
Hujan pertanda musim telah berganti
Pohon-pohon meranggas mulai bersemi
Rumput ilalang telah berdiri
Lihat!!
Di cerahnya cakrawala
Merah...
Jingga...
Kuning...
Melengkung gemulai bak penari
Ohh Pelangi...
Keanggunanmu kembali menghiasi
Sungguh indah anugerahmu, Yaa Robbi
(Mustang, 071107)
Jatuh...membasahi pertiwi
Melepas dahaga pucuk-pucuk daun yang penat oleh sinar mentari
Hijau...
Ranum...
Segar berseri...
Hujan...
Gerimis...
Hujan pertanda musim telah berganti
Pohon-pohon meranggas mulai bersemi
Rumput ilalang telah berdiri
Lihat!!
Di cerahnya cakrawala
Merah...
Jingga...
Kuning...
Melengkung gemulai bak penari
Ohh Pelangi...
Keanggunanmu kembali menghiasi
Sungguh indah anugerahmu, Yaa Robbi
(Mustang, 071107)
Tuesday, November 06, 2007
Terpercik Setitik
Hutan rimba yang gelap masih menyiratkan kesejukan
Gurun pasir yang panas masih juga menyimpan mata air
Batu karang yang kokoh pun hancur lebur oleh terjangan ombak
Dan "Hati"...
Hati seorang insan yang menggumpal sekeras batu berkemilau benci, yang seakan-akan merasa dia lah penguasa hak dan angan-angan (padahal semua itu hanya selimut nafsu)
Pasti di lubuk paling dalam terpercik setitik kedamaian, harapan, air mata
Hingga semua lekang luluh dan berlutut oleh cinta
(Mustang, 061107)
Gurun pasir yang panas masih juga menyimpan mata air
Batu karang yang kokoh pun hancur lebur oleh terjangan ombak
Dan "Hati"...
Hati seorang insan yang menggumpal sekeras batu berkemilau benci, yang seakan-akan merasa dia lah penguasa hak dan angan-angan (padahal semua itu hanya selimut nafsu)
Pasti di lubuk paling dalam terpercik setitik kedamaian, harapan, air mata
Hingga semua lekang luluh dan berlutut oleh cinta
(Mustang, 061107)
Friday, November 02, 2007
Seperti...
Bintang bilang...
Jadilah sepertiku
Yang selalu menyemarakkan malam
Bulan bilang...
Jadilah sepertiku
Yang selalu mengiasi malam
Matahari bilang...
Jadilah sepertiku
Yang selalu menyinari bumi
Namun...
Aku tak ingin seperti mereka
Aku tetap ingin menjadi aku
Karna aku memilikimu
Jadilah sepertiku
Yang selalu menyemarakkan malam
Bulan bilang...
Jadilah sepertiku
Yang selalu mengiasi malam
Matahari bilang...
Jadilah sepertiku
Yang selalu menyinari bumi
Namun...
Aku tak ingin seperti mereka
Aku tetap ingin menjadi aku
Karna aku memilikimu
Thursday, November 01, 2007
Ibu
Ibu...
Jangan bersedih (lagi)
Jangan menangis (lagi)
Lepaskan jubah kesedihanmu
Masih ada kami, ibu...
Di sampingmu
Menemanimu
Menjagamu
Dan menyayangimu
Ayolah, ibu...
Kita songsong hari esok bersama-sama
Kita hiasi hari esok dengan warna-warna ceria
We love you, ibu...
Jangan bersedih (lagi)
Jangan menangis (lagi)
Lepaskan jubah kesedihanmu
Masih ada kami, ibu...
Di sampingmu
Menemanimu
Menjagamu
Dan menyayangimu
Ayolah, ibu...
Kita songsong hari esok bersama-sama
Kita hiasi hari esok dengan warna-warna ceria
We love you, ibu...
Begitu Seterusnya...
Bila Senja tiba...
Aku selalu merindukan bayangmu
Hanya ‘tuk memintamu menemaniku
Menikmati sang mentari yang semakin malu
Pada bintang dan rembulan
Bila Malam tiba...
Aku selalu merindukan bayangmu
Hanya ‘tuk memintamu mengantar tidurku
Menjagaku dari kepekatan malam
Dan menghiasi mimpiku
Dan Bila Esok tiba...
Aku selalu merindukan bayangmu
Hanya ‘tuk memintamu menemaniku
Menanti datangnya senja
Begitulah seterusnya...
Aku selalu merindukan bayangmu
Hanya ‘tuk memintamu menemaniku
Menikmati sang mentari yang semakin malu
Pada bintang dan rembulan
Bila Malam tiba...
Aku selalu merindukan bayangmu
Hanya ‘tuk memintamu mengantar tidurku
Menjagaku dari kepekatan malam
Dan menghiasi mimpiku
Dan Bila Esok tiba...
Aku selalu merindukan bayangmu
Hanya ‘tuk memintamu menemaniku
Menanti datangnya senja
Begitulah seterusnya...
Saturday, October 27, 2007
Hampir Sewindu
Waktu terus berputar
Tak terasa telah lama kebersamaan ini
Tujuh tahun sudah kita melewatinya
Bukan waktu yang singkat (bukan) ?
Ehm...
Seperti madu
Seperti pantai
Seperti pelangi
Begitu manis
Begitu indah
Begitu berwarna
Tak ada yang lebih manis
Tak ada yang lebih indah
Tak ada yang lebih berwarna
Disaat kau bersamaku
(2007)
Tak terasa telah lama kebersamaan ini
Tujuh tahun sudah kita melewatinya
Bukan waktu yang singkat (bukan) ?
Ehm...
Seperti madu
Seperti pantai
Seperti pelangi
Begitu manis
Begitu indah
Begitu berwarna
Tak ada yang lebih manis
Tak ada yang lebih indah
Tak ada yang lebih berwarna
Disaat kau bersamaku
(2007)
Thursday, October 25, 2007
Teman...
Ingin rasanya menatapmu
Ingin rasanya menyapamu
Seperti dulu (lagi)
Namun aku tak bisa
Bukan karna
Aku membencimu (seperti katamu)
Bukan...
Hanya satu
Aku tak ingin kau terluka (lagi)
Ya...hanya itu
Semua kan baik-baik saja, teman...
Ingin rasanya menyapamu
Seperti dulu (lagi)
Namun aku tak bisa
Bukan karna
Aku membencimu (seperti katamu)
Bukan...
Hanya satu
Aku tak ingin kau terluka (lagi)
Ya...hanya itu
Semua kan baik-baik saja, teman...
Thursday, August 09, 2007
Gelap
Ketika itu...
Aku pun sepertimu
Tak ada satu pun yang terlintas di benakku
Secuil pun tidak
Bingung
dan
Takut
Hanya itu
Kegelapan semakin membuatku merasa takut
Ingin sekali aku memelukmu seerat mungkin
Aku takut
Ketakutan benar-benar telah meracuniku
Lantas aku pun memelukmu
Erat
Begitu erat
Tak ingin ku lepaskan sedetik pun
Tak akan!
Entah apa yang terjadi padaku...
Dan padamu...
Apa kau bisa menjawabnya??
(9 Agustus 2007)
Aku pun sepertimu
Tak ada satu pun yang terlintas di benakku
Secuil pun tidak
Bingung
dan
Takut
Hanya itu
Kegelapan semakin membuatku merasa takut
Ingin sekali aku memelukmu seerat mungkin
Aku takut
Ketakutan benar-benar telah meracuniku
Lantas aku pun memelukmu
Erat
Begitu erat
Tak ingin ku lepaskan sedetik pun
Tak akan!
Entah apa yang terjadi padaku...
Dan padamu...
Apa kau bisa menjawabnya??
(9 Agustus 2007)
Tuesday, July 24, 2007
MATI
Tiba-tiba pandanganku menjadi gelap
Pekat
Kerongkonganku pun mulai mengendus-endus
Mencari kebebasan udara
Kematian sepertinya mulai menjemputku
Gelisah sekali rasanya
Mengintaiku
Mengikat begitu erat
Mengikuti jejak langkahku
Seakan-akan ingin menerkamku
Ingin sekali rasanya aku mati saja
Persetan dengan orang-orang yang urun air mata untukku
Aku tak peduli, biar saja!
Pekat
Kerongkonganku pun mulai mengendus-endus
Mencari kebebasan udara
Kematian sepertinya mulai menjemputku
Gelisah sekali rasanya
Mengintaiku
Mengikat begitu erat
Mengikuti jejak langkahku
Seakan-akan ingin menerkamku
Ingin sekali rasanya aku mati saja
Persetan dengan orang-orang yang urun air mata untukku
Aku tak peduli, biar saja!
Subscribe to:
Posts (Atom)